Bimbingan Teknis SIP BOS Kota Bontang

Terbitnya Permendikbud No 08/2017 SE Mendagri No 910/106/SJ tentang Petunjuk Teknis Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan, serta Pertanggungjawaban Dana BOS Satuan Pendidikan Negeri Yang Diselenggarakan Oleh Kabupaten/Kota Pada Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah,  dana BOS sudah terhitung atau masuk dalam APBD. Dengan kata lain, pengucuran dana BOS tidak lagi langsung ke rekening sekolah melainkan terlebih dahulu dimasukkan ke dalam APBD. Perubahan mekanisme tersebut mewajibkan lembaga sekolah baik SD maupun SMP Negeri untuk menyusun RKA terlebih dahulu karena dana BOS harus dicatat sebagai pendapatan dan belanja dalam APBD. Terkait dengan penyusunan RKA ini, sebagian sekolah mungkin mengalami sedikit kesulitan dalam menentukan kode rekening belanja BOS yang digunakan untuk mengelompokkan setiap jenis belanja menurut kegiatannya. Pasalnya dalam penetapan kode rekening belanja harus mengacu pada sistem kode rekening belanja daerah yang tercatat dalam aplikasi keuangan yang digunakan pemerintah daerah.

Latar Belakang Kegiatan

Bimbingan teknis SIP BOS yang dilaksanakan pada tanggal 02 – 05 April 2018 bertempat di Hotel Arjuna Yogyakarta,  dilatar belakangi  Evaluasi atas pelaporan BOS SD/SMP Negeri oleh Dinas Pendidikan Kota Bontang tahun 2017, serta terdapat beberapa kendala yang ditemui yaitu :

  1. Keterbatasan pengetahuan sumber daya manusia terkait penatausahaan dan penyusunan laporan BOS
    Berkaitan dengan perwujudan tata kelola keuangan Dana Bantuan Operasional Sekolah yang transparan dan akuntabel tidak terlepas dari peran sumber daya manusia sebagai subyek pengelola. Dalam hal ini yang memiliki peran penting adalah bendahara ppengeluaran pembantu sekolah. Untuk itu diperlukan sebuah bimbingan teknis/workshop yang dapat menambah wawasan dan pengetahuannya khususnya dalam penatusahaan dan pelaporan Dana BOS. Hal ini dapat dimaklumi manakala sumberdaya manusia yang beragam latar belakang pendidikannya dan memang tidak dipersiapkan secara khusus untuk pengelolaan keuangan.
  1. Kebutuhan pengadaan aplikasi pendukung guna memudahkan pencatatan dan pelaporan sesuai regulasi yang berlaku.
    Dana BOS yang dikelola oleh sekolah tidaklah sedikit, untuk itu perlu sebuah sistem yang dapat membantu dalam proses penatausahaan. Terkait beragam jenis laporan dan item yang dikelola maka diperlukan juga sebuah sistem informasi / aplikasi yang akan memberikan kemudahan dalam penyusunan pelaporannya.  Melalui sistem informasi tersebut, pencatatan transaksi keuangan yang dilakukan dapat lebih terstruktur untuk menciptakan rekaman data yang valid dan akurat yang akan menghasilkan laporan keuangan yang transparan

Kesimpulan

Bimbingan Teknis Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Bantuan Operasional Sekolah bertujuan untuk menyatukan cara pandang peserta terhadap pengelolaan Dana BOS, meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola dan mempertanggungjawabkan Dana BOS, serta mampu memanfaatkan sistem infromasi sebagai alat bantu pengelolaan Dana BOS.

Guna mencapai tujuan tersebut, metode yang digunakan dalam Bimbingan Teknis Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Bantuan Operasional Sekolah ialah metode kelas, metode diskusi, dan metode praktis. Metode kelas merupakan metode pembelajaran dengan penyampaian materi dari narasumber kepada peserta pelatihan. Metode diskusi merupakan metode pembelajaran dengan mengangkat isu atau kasus untuk didiskusikan bersama antar peserta pelatihan. Penyelenggara Bimbingan Teknis Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Bantuan Operasional Sekolah menyiapkan dan menyediakan modul pelatihan yang bersifat non teknis dan teknis. Modul non teknis berisikan materi tentang gambaran umum aturan, rambu – rambu pengelolaan, dan cara mempersiapkan pemeriksaan. Sedangkan modul teknis berisikan materi tentang sistem informasi, kegunaan sistem informasi, dan keluaran sistem informasi, serta peranan sistem informasi dalam pengelolaan Dana BOS. Modul – modul ini disampaikan dan diajarkan dalam sesi – sesi tertentu yang telah disusun agar tepat sasaran dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Hasil dari Bimbingan Teknis Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Bantuan Operasional Sekolah sebagai berikut:

  1. Peserta telah mempunyai cara pandang yang sama terhadap pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah
  2. Peserta dapat memahami tata cara pengelolaan Dana BOS dan rambu – rambu yang harus diperhatikan dalam melakukan pencatatan
  3. Peserta dapat mengoperasikan sistem informasi mulai dari penyusunan perencanaan anggaran, pelaksanaan dan penatausahaan, serta keluaran pertanggungjawaban pengelolaan Dana BOS.

Adapun untuk kedepan yang perlu diperhatikan adalah pelatihan lanjutan yang  melibatkan operator aplikasi yang ditunjuk. Tujuannya adalah agar bendahara dengan fungsi yang melekat saat ini tidak terbebani yang sifatnya administratif. Kedepan operator akan dimandatorikan untuk bertanggungjawab atas ketepatan pengelolaan data, pengoperasian aplikasi dan penyusunan laporan secara sistematis